in

Amazon adalah perusahaan yang diidam-idamkan para pencari kerja. Setidaknya demikian menurut riset terbaru yang dilakukan jejaring sosial profesional LinkedIn.

Bagi yang ingin bekerja di Amazon, kalian bisa mempersiapkan diri, bahkan sebelum lulus perguruan tinggi. Celeste Joy Diaz, manajer perekrutan di Amazon, mengungkapkan bahwa para perekrut di Amazon masing-masing memiliki metode sendiri dalam mengidentifikasi kandidat potensial.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Begini Cara Pak Bos Facebook Rekrut Karyawannya

Diaz sendiri mengaku menggunakan situs LinkedIn untuk menemukan pemimpin-pemimpin organisasi di berbagai perguruan tinggi ternama. Menurutnya, mahasiswa seperti itu sudah memiliki karakter kepemimpinan yang didambakan Amazon.

Memang, orang yang tertarik pada software development di Amazon harus memiliki pengetahuan yang baik tentang coding dan hal-hal teknis lainnya. Namun, masih banyak peran lain yang dibutuhkan Amazon.

Tak hanya lulusan bisnis yang dipandang Amazon, yang aktif di kampus, koran universitas, atau aktivis kampus lainnya, juga dianggap kandidat serius oleh Amazon, bahkan mereka yang jurusannya tidak berkaitan langsung dengan bisnis.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Wow, Ada Lagi yang Jual Situs Prabowo-Sandi Rp 1 Miliar

“Kami menyadari bahwa banyak orang, terutama fresh graduate, tidak mengambil jurusan bisnis e-commerce. Memang ada beberapa, namun tidak banyak,” ujar Diaz seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Senin (30/7/2018).

NYIMAK YANG INI JUGA :  Wow, Ada Lagi yang Jual Situs Prabowo-Sandi Rp 1 Miliar

Disebutkan Diaz, mereka juga membutuhkan orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dalam cara-cara penyelesaian masalah.

“Karakteristik tersebut dapat dilihat melalui berbagai macam hal, salah satunya adalah melalui apakah kandidat karyawan sering menjadi pemimpin di berbagai proyek,” simpulnya.

Keterangan Gambar Utama : Foto: dok. TechCrunch/Devin Coldewey
Sumber Artikel : DetikNet

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar