in

5 Fakta tentang Berlin Holocaust Jerman yang Bikin Syahrini Dihujat

Media sosial Twitter dan Instagram lagi heboh membahas liburan sosialita cetar membahana, Syahrini. Kali ini bukan tentang tas mewah atau selfie di pinggir jalan tol, kok. Melainkan, liburan ke Jerman, tepatnya pose manja ala inces di atas pilar beton Berlin Holocaust. Dalam debat alot kicauan netizen, banyak yang mengganggap foto pelantun “Jangan Memilih Aku” itu gak etis.

Eits, sebelum kamu ikut nimbrung berkomentar huru-hara di medsos, kamu sendiri sudah tahu belum, apa itu Berlin Holocaust dan mengapa sebuah foto di atas beton bisa begitu viral dan mendapat banyak kecaman? Simak dulu deh lima fakta tentang Berlin Holocaust yang bisa jadi referensimu saat pelesir ke Jerman.

1. Berlin Holocaust atau Holocaust Memorial termasukdark tourism

Berlin Holocaust salah satu jenis wisata yang tergolong dark tourism. Artinya wisata di tempat terjadinya suatu tragedi, misalnya bekas penjara penyiksaan, lokasi perang, dan lain sebagainya.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Jefri Nichol dan Pacar Sama-sama Sibuk, Kapan Ketemunya?

Berlin Holocaust sendiri menyimpan kejadian kelam di masa perang. Holocaust ini dibuat untuk memperingati pembantaian tidak manusiawi yang dilakukan oleh Nazi terhadap kaum Yahudi. Karena lokasinya untuk mengenang suatu kejadian bersejarah di masa lalu, sebaiknya menjaga sopan santun saat mengunjungi lokasi tersebut.

2. Terletak di antara dua landmark terbaik di Jerman

Berlin Holocaust sengaja di bangun di dekat gedung DPR Jerman di atas lahan seluas 19 ribu meter persegi. Berlin Holocaust  juga terletak persis di tengah landmark penting, yaitu gerbang Brandenburg dan bunker pembunuhan tragis Hitler.

3. Didesain oleh arsitek terkenal Peter Eisenman

Proyek yang mulai dirancang sejak 1993 ini baru selesai dibangun pada 2005 silam. Nama besar yang berada di balik konsep Berlin Holocaust adalah artistek terkenal Peter Eisenman. Selain itu, terdapat juga karya seniman Richard Seirra dan Dagmar von Wilken yang mendesain pusat informasi.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Aurelie Moeremans Tak Mau Dibandingkan Dengan Julie Estelle di Film 'KUNTILANAK'

4. Memiliki pusat informasi bawah tanah

Keberadaan pusat informasi sempat menjadi kontroversi, karena Peter Eisenman menolak untuk merancangnya. Namun akhirnya, pusat informasi yang dirancang berada di bawah tanah ini dirancang oleh Dagmar von Wilken.

Pusat informasi akan menampilkan kondisi kehidupan masyarakat Jerman saat Adolf Hitler berkuasa. Perjuangan masyarakat Jerman disuguhkan dengan menarik dan akan sangat menambah wawasan para wisatawan.

5. Larangan memanjat atau mencoret pilar beton

Gak cuma Berlin Holocaust sih, di mana pun lokasi wisatanya, tindakan vandalisme seperti mecoret-coret tembok tentu gak diperbolehkan. Selain itu, Berlin Holocaust juga tidak mengizinkan wisatawan memanjat pilar beton yang dibangun. Sebab, pilar beton itu dianggap sebagai pengganti makam para korban.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Aurelie Moeremans Tak Mau Dibandingkan Dengan Julie Estelle di Film 'KUNTILANAK'

Syahrini gak sendiri, kejadian turis memanjat pilar beton yang jumlahnya ribuan tersebut hampir terjadi setiap hari. Pasti ada saja wisatawan naik untuk berfoto dan mengabadikan momen liburannya, apalagi beberapa beton sengaja didesain tidak begitu tinggi.

Pihak Berlin Holocaust memang gak memasang tulisan berupa larangan untuk tidak memanjat, menyebabkan banyak turis tetap naik di pilar beton yang sangat Instagramable tersebut. Yup, gak merugikan siapa pun sih saat memanjat tembok, tapi justru terkesan gak sopan, apalagi di lokasi monumen kemanusiaan seperti Berlin Holocaust.

Jadi, kapan kamu berencana untuk berlibur ke Jerman? Berlin Holocaust bisa masuk dalam daftar destinasimu nih. Lokasinya sangat mudah dijangkau dari pusat kota Berlin. Have fun saat berlibur ya, tapi ingat jangan norak. Jadilah turis yang cerdas.

 

Sumber artikel: IDN times

Keterangan gambar: instagram.com/princessyahrini

Bagikan

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Komentar

komentar