in

5 Tren Makanan Populer yang Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

fresh cream cake selection on white cake stand and wood background for wedding reception, birthday summer party, celebration, picnic, decorated with fresh summer berries and edible flowers

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, inovasi pada makanan kerap dilakukan. Berbagai kreasi menu baru unik lahir demi memuaskan para penikmat makanan.

Munculnya berbagai kreasi makanan unik saat ini tak lepas dari penggunaan bahan-bahan alami yang dianggap lebih menyehatkan. Bahkan, beberapa bahan alami di antaranya kini tengah populer dan menjadi sebuah tren dalam dunia kuliner.

Misalnya saja, kreasi makanan dari charcoal yang sempat populer. Atau, tren edible flower yang kini ramai digunakan untuk mempercantik sebuah hidangan

Sebenarnya, tak hanya bahan makanannya yang menjadi tren tapi pola makan sehat seperti clean eating atau detoks jus juga tengah diterapkan dalam menjalani hidup yang lebih sehat. Kendati demikian, ternyata beberapa tren makanan tersebut justru tidak baik bagi kesehatan dan dapat membahayakan tubuh.

Kira-kira, tren makanan apa saja yang ternyata dapat membahayakan kesehatan? Dilansir Mashed, berikut ulasannya:

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nikita Mirzani Beli Mobil Miliaran? Ajang Pembuktian?

1. Activated Charcoal

Black charcoal soft serve ice cream, served in green bamboo shape cup, Traditional Japanese confectionery, Healthy concept. Selective focus.

Berbagai jenis makanan dan minuman yang menggunakanactivated charcoal atau arang bambu aktifsebagai bahan dasarnya sempat booming dan populer. Ya, kandungan arang aktif memang mampu menghilangkan racun di dalam tubuh. Namun ternyata, charcoal juga akan menyerap segala sesuatu dalam pencernaan kita mulai dari vitamin, nutrisi, hingga obat-obatan yang telah dikonsumsi.

Berdasarkan keterangan dari dokter ahli pencernaan, Patricia Raymond, seperti dikutip dari Woman’s Health, konsumsi charcoal juga dapat mengurangi efektivitas dari obat-obatan tersebut, bahkan mengganggu seluruh sistem pencernaan, dan akan merusak paru-paru bila dihirup.

2. Detoks jus

Four kind of vegetable juices: red, burgundy, orange, green, in small glass bottles, fresh vegetables and herbs, vintage wooden background, selective focus

Metode detoks jus dilakukan dengan hanya meminum jus saja sebagai konsumsi harian dengan tujuan ‘membersihkan’ tubuh. Meski terlihat sehat, namun sebenarnya metode ini dapat membuat kita kekurangan protein.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nikita Mirzani Beli Mobil Miliaran? Ajang Pembuktian?

Cara ini pun akan mengakibatkan tubuh mencari sumber protein lain dengan memecah jaringan otot tubuh. Selain itu, pola makan yang tidak teratur akan membuat metabolisme kita menjadi lebih lambat dan akan semakin sulit untuk menurunkan berat badan.

3. Edible flower

Tren menghias makanan atau minuman menggunakan bunga hidup memang sedang naik daun. Tampilan sajian memang menjadi semakin menarik dengan adanya warna-warni dari hiasan bunga. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui jenis bunga mana yang aman untuk dikonsumsi atau tidak.

Beberapa sajiandessert justru menggunakan jenis bunga berbahaya seperti narcissi atau dafodil yang dapat menyebabkan luka, bengkak, dan ruam pada kulit. Tak hanya itu, bunga lantana juga berbahaya bagi hati, serta bunga tapak dara yang mengandung racun berbahaya.

4. Minyak kelapa

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nikita Mirzani Beli Mobil Miliaran? Ajang Pembuktian?

Di tengah maraknya tren hidup sehat, minyak kelapa tergolong sebagai superfood yang sedang digandrungi oleh banyak orang. Faktanya, minyak kelapa justru mengandung 82 persen lemak jenuh dan dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Tak hanya itu, kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi juga dapat menyebabkan penyakit jantung.

5. Kombucha

Merupakan sajian teh hasil fermentasi, membuat kombucha memang tak boleh sembarangan. Pasalnya, kandungan asam di dalamnya sangat tinggi dan dapat menggerogoti wadah yang digunakan dalam proses fermentasi, sehingga kombucha yang tengah diolah dapat terkontaminasi dan membuatnya menjadi beracun.

Bila ingin membuat fermentasi kombucha sendiri di rumah, sebaiknya perhatikan higienitas dari alat dan bahan yang digunakan. Selain itu, proses pembuatannya juga harus dilakukan secara ekstra hati-hati.

 

Sumber artikel: Kumparan
Keterangan gambar: Thinkstock

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar