in ,

Aroma Tak Sedap dari Lapas Sukamiskin

Lapas Sukamiskin kembali jadi sorotan. Kali ini, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dan lima orang lainnya.

KPK juga menyegel beberapa ruang tahanan di dalam lapas yang ada di Bandung, Jawa Barat, tersebut. Di antaranya sel yang disegel yakni sel Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan).

Aroma tak sedap kembali tercium di Lapas Sukamiskin. Sebelum ada OTT KPK kali ini, Lapas Sukamiskin yang dikhususkan untuk napi kasus korupsi ini sering disebut melakukan pelanggaran.

Di lapas tersebut ada napi koruptor ‘kelas kakap’ yang merupakan bekas menteri, wakil rakyat, pejabat negara, hingga pengusaha. Sebagaimana diketahui, di Lapas Sukamiskin beberapa yang masih ditahan yakni Setya Novanto, Akil Mochtar, M Nazaruddin, Fuad Amin, dan Anas Urbaningrum.

Meski demikian, pengamanan di Lapas yang dibangun sejak masa Belanda itu dikenal tak ketat.

Sel disegel KPK (Foto: dok. Istimewa)
Sel disegel KPK (Foto: dok. Istimewa)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ada napi yang keluar lapas untuk plesiran, singgah di rumah mewah, pergi ke luar kota. Ada juga napi yang memiliki fasilitas mewah di dalam selnya.

Publik mungkin belum dapat melupakan sosok terpidana korupsi Gayus Tambunan. Gayus sempat keluyuran makan di restoran di Jakarta. Beredar foto Gayus tengah duduk bersama dua perempuan yang wajahnya disamarkan.

Selain itu, ada cerita Anggoro Widjojo yang kerap keluar-masuk lapas menuju apartemen. Anggoro kemudian dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Diduga pemindahan ini terkait laporan investigasi yang dilakukan Tempo. Meski demikian, Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko membantah. Dedi mengaku sudah meminta klarifikasi Anggoro, yang disebut Tempo berkunjung ke salah satu apartemen di Kota Bandung.

Publik mungkin belum dapat melupakan sosok terpidana korupsi Gayus Tambunan. Gayus sempat keluyuran makan di restoran di Jakarta. Beredar foto Gayus tengah duduk bersama dua perempuan yang wajahnya disamarkan.

Selain itu, ada cerita Anggoro Widjojo yang kerap keluar-masuk lapas menuju apartemen. Anggoro kemudian dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.

“Anggoro sudah saya ambil keterangan. Anggoro ke apartemen hanya beli sarapan di bawah apartemen, ada Indomaret. Nggak ada (memiliki unit apartemen),” kata Dedi, saat itu.

Selain kisah napi yang keluyuran, Lapas Sukamiskin dikenal karena ada napi yang mendapatkan fasilitas layaknya hotel mewah di dalam selnya.

Ruangan sel direnovasi hingga akhirnya dilengkapi bermacam furnitur seperti lemari, rak buku, dan meja. Sel ruangan para terpidana korupsi itu bagaikan kamar kos mahasiswa.

Penampakan saung di Lapas Sukamiskin (Foto: Baban/detikcom)
Penampakan saung di Lapas Sukamiskin (Foto: Baban/detikcom)

Yang paling mencolok adalah ruangan terpidana kasus korupsi yang juga mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin. Sel yang ditempati Agusrin sejak 30 April 2012 itu berukuran lebih besar dibanding sel lain. “Ini dibuka berapa ruang?” tanya Wamenkum HAM Denny Indrayana penuh keheranan kepada petugas Lapas Sukamiskin yang ikut dalam sidak pada Sabtu (18/5/2013) malam.

Selain itu, pada awal 2017, Lapas Sukamiskin kembali dapat sorotan lantaran disebut-sebut tampil mewah. Saung itu kerap digunakan para narapidana untuk bertemu dengan keluarga sambil menikmati sajian makan-minum dan menggelar aneka acara.

Kepala Lapas Sukamiskin Dedi Handoko menyebut penilaian mewah atau elite pada saung tersebut pasti berbeda-beda, yaitu ada yang mengatakan elite, eksklusif, hingga biasa saja. “Itu kan persepsi masing-masing. Jadi kalau disebut lux atau istimewa, ya nggak seperti itu,” ucap Dedi di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (8/2/2017).

Saung-saung tersebut dikelola koperasi di Lapas Sukamiskin. Saung ini terletak satu titik atau tidak terpisah-pisah. Ada saung lesehan dan saung yang menyediakan kursi duduk. Dedi menyanggah saung tersebut dipakai untuk napi dan untuk hura-hura.

Terkait OTT KPK pada Sabtu (21/7), Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta mengatakan penindakan diduga karena Kalapas Sukamiskin menerima suap terkait ‘fasilitas’ napi dan izin ke luar lapas.

“Kalau di lapas, apalagi modusnya selain izin keluar untuk berobat, mendapatkan tempat lebih baik, fasilitas lebih di ruang sel,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Alexander mengatakan soal pemberian fasilitas ini sudah disinyalir terjadi sejak lama dan bukan hanya di Lapas Sukamiskin.

“Infonya sudah lama begini bahkan sejak saya jadi hakim tapi untuk mengungkapnya butuh barang bukti yang kuat. Kami meyakini bukan hanya Sukamiskin tapi juga di LP-LP lain,” ujar dia.

Keterangan Gambar Utama: Lapas Kelas I Sukamiskin (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Sumber Artikel: detiknews

Bagikan

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar