in

Bos Roti Polisikan Pembuat Selebaran Pesta Seks di Bandung

Pemilik rumah dan toko roti di Jalan Gardujati No.14 Bandung melaporkan pembuat selebaran pesta seks ke polisi. Margareta Rosita (57) merasa dirugikan tempatnya dicatut dalam selebaran tersebut. Polisi memastikan selebaran pesta seks yang menghebohkan jagat maya ini hoaxalias tidak benar.

Margareta melaporkan hal tersebut ke Polsek Andir, Rabu (11/7/2018). Laporan bernomor TBL/511/VII/2018/JBR/Restabes BDG/Sektor Andir telah diterima polisi.

“Saya jelas merasa dirugikan dengan adanya selebaran itu. Saya melapor ke Polsek untuk pencemaran nama baik,” ujar Margareta usai membuat laporan di Mapolsek Andir, Jalan Saritem, Kota Bandung.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Gara-gara Elon Musk Nangis, Tesla Kehilangan Rp 116 Triliun

Alamat yang ada dalam selebaran tersebut tertulis Jalan Gardujati No.14, Kota Bandung. Dari penelusuran di lapangan, alamat tersebut berada di sisi jalan raya yang merupakan toko roti bernama ‘Duti’. Margareta membenarkan alamat yang tertera dalam selebaran sesuai dengan alamat tokonya.

“Iya benar, memang sesuai dengan toko roti saya,” kata dia.

Bos toko roti tersebut mengaku tak tahu menahu soal acara yang ada dalam selebaran tersebut. Dia justru baru mengetahui tadi pagi dari personel polisi yang datang ke tempatnya.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Live !, Siaran Langsung Opening Ceremony Asian Games 2018.

“Tentu kaget banget ya dan tidak tahu ini tuh arahnya kemana. Makanya saya laporkan saja,” tutur Margareta.

Dia berharap agar polisi mengusut kasus tersebut dan menangkap pembuat selebaran. Sebab, dia merasa dirugikan atas adanya selebaran itu.

“Besar harapan saya pelaku bisa ditangkap. Saya punya orang tua yang sudah sepuh pasti kaget. Lalu saya dirugikan toko terbengkalai,” kata

Di tempat yang sama, Kapolsek Andir Dadang Gunawan memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya Saat Upacara

“Namanya ada laporan, kita terus berusaha dengan baik. Kita minta bantuan ke Satreskrim untuk ungkap kasus ini. Karena kalau bicara hoax, ini masuknya IT,” kata Dadang.

Sebelum adanya laporan, menurut dia, pihaknya sudah lebih dulu mendatangi lokasi yang dijadikan alamat dalam selebaran. Berdasarkan penelusuran anak buahnya, dipastikan tidak ada kegiatan pesta seks di tempat tersebut.

“Sebelum laporan kita sudah datangi. Kita cek apakah benar atau tidak. Tapi setelah dicek, tidak ada tanda-tanda,” ucap Dadang.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...