in

Fosil singa berukuran raksasa ditemukan di Kenya

Seekor singa afrika jantan tampak di Taman Nasional Maasai Mara, Kenya, 12 Mei 2016.

Sekitar 200.000 tahun lalu, singa bertubuh raksasa diperkirakan beredar di kawasan Afrika. Perkiraan tersebut muncul setelah ditemukannya fosil singa di Natodomeri, daerah barat laut Kenya, seperti dilansir Newsweek, Senin (26/3/2018).

Tim peneliti internasional–termasuk ahli paleontologi dari Museum Nasional Kenya dan Universitas di Utah dan Kansas, Amerika Serikat–menyatakan, ukuran fosil yang ditemukan mengindikasikan bahwa tubuh singa tersebut jauh lebih besar dibandingkan singa modern yang ada saat ini.

Singa raksasa tersebut diperkirakan hidup pada masa antara Pleistosen Tengah dan Akhir.

“Tengkorak ini luar biasa karena ukurannya yang sangat besar, hampir sama dengan singa gua terbesar pada era Pleistosen Eurasia dan jauh lebih besar dibandingkan singa Afrika, baik yang masih hidup maupun sudah menjadi fosil,” tulis para peneliti itu dalam laporan yang diterbitkan pada Journal of Paleontology.

Fosil yang ditemukan adalah bagian tengkorak seekor singa berusia dewasa tetapi belum terlalu tua. Panjangnya tengkorak tersebut mencapai 38 cm. Tengkorak singa modern rata-rata memiliki panjang 26,5 cm, sementara tengkorak singa terpanjang yang pernah ditemukan hanya mencapai 30,5 cm.

“Fosil ini sekitar 20 persen lebih panjang bahkan dari tengkorak singa terbesar yang pernah saya lihat langsung,” kata Lars Werdelin, profesor paleobiologi dari Swedish Museum of Natural History, Stockholm, dan salah satu penulis penelitian tersebut, kepada Newsweek.

Dalam laporan itu, para peneliti tidak menyebutkan perkiraan ukuran keseluruhan singa tersebut. Namun, menurut perkiraan IFL Science, dengan ukuran tengkorak sebesar itu panjang singa tersebut dari hidung hingga ujung ekor bisa mencapai antara 1,6 hingga 2,5 meter dengan berat antara 175 hingga 235 kg.

Para peneliti juga belum bisa memastikan apakah yang ditemukan tersebut merupakan fosil dari nenek moyang Panthera leo atau sub-spesies yang berbeda dari singa modern saat ini.

Namun Wederlin menyatakan hampir tidak mungkin singa raksasa tersebut hanya sempalan dari populasi singa yang diketahui pernah dan masih hidup di Afrika.

“Ini benar-benar ukuran yang luar biasa,” kata Wederlin. “Tengkorak itu jauh lebih besar daripada singa yang hidup di Afrika,” imbuhnya.

Hingga saat ini Werdelin masih melakukan pengukuran tengkorak. Ia belum dapat memastikan berapa tinggi dari singa purba ini. Peneliti menduga, singa purba dapat berukuran besar karena pola makannya.

Megafauna, hewan besar dengan berat lebih dari 44 kg, hidup jauh di era Pleistosen. Pada masa itu, banyak sekali hewan yang juga berukuran raksasa. Salah satunya kerbau raksasa, yang disebut Pelorovis antiquus (Syncerus antiquus). “Mungkin hal yang sama juga terjadi pada singa raksasa ini,” tulis para penulis dalam laporannya.

Daily Mail (26/3) menyebutkan, singa modern pertama kali muncul di Afrika selatan dan timur, sebelum berevolusi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tinggal di Afrika timur dan selatan, sementara yang lain tinggal di Afrika barat dan India.

Seperti kebanyakan hewan lainnya, singa jantan pasti jauh lebih besar dan lebih berat daripada betina, dengan berat rerata untuk pejantan sekitar 189 kg, sedangkan untuk betina adalah 125 kg.

Singa jantan terberat tercatat ditemukan di Kenya dengan berat mencapai 272 kg. Sementara singa betina terberat yang pernah ditemukan di Afrika Selatan, beratnya mencapai 152 kg.

Populasi singa di seluruh dunia telah berkurang drastis dalam 100 tahun terakhir, dari sekitar 200.000 ekor menjadi antara 20.000 hingga 39.000 menurut Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources).

Namun pada awal bulan lalu secercah harapan bagi keberlangsungan kehidupan singa asia (Panthera leo leo) datang dari India.

Singa yang pada tahun 1960-an hanya tersisa sekitar 180 ekor tersebut dan masuk Daftar Merah IUCN pada tahun 2000, dikabarkan The Strait Times (6/3/2018), jumlahnya kini telah kembali naik menjadi sekitar 600 ekor. Mereka semua hidup di Taman Nasional Gir, Gujarat, India.

Singa asia adalah sepupu dari singa afrika yang terpisah sekitar 100.000 tahun lalu.

 

Sumber artikel: Beritagar.id
Keterangan gambar: Seekor singa afrika jantan tampak di Taman Nasional Maasai Mara, Kenya, 12 Mei 2016.

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar