in ,

Gara-gara Elon Musk Nangis, Tesla Kehilangan Rp 116 Triliun

Dalam wawancara terbarunya dengan New York Times, Elon Musk selaku CEO Tesla menceritakan berbagai penderitannya dalam memimpin produsen mobil listrik tersebut. Ia mengaku dalam setahun terakhir merasa tersiksa karena itu adalam masa-masa tersulit dalam karirnya.

Pria berjuluk Iron Man ini mengaku bahwa dirinya saat ini kelelahan karena bekerja keras sampai 120 jam per minggu. Bahkan. pada 28 Juni lalu saat dirinya berulang tahun, dia tetap bekerja tanpa henti sepanjang malam tanpa teman.

Media asal Amerika Serikat tersebut pun turut menyatakan bahwa dalam wawancara terkadang Elon berhenti bicara karena terlalu emosional. Puncaknya, pendiri SpaceX itu mengaku tidak masalah jika ada orang yang lebih baik dari dirinya hendak menggantikannya di masa depan.

Ucapannya tersebut pun membuat para investor khawatir dengan kemampuan Elon dalam memimpin Tesla ke depan. Nilai saham perusahaan asal Palo Alto, California, AS tersebut pun anjlok hingga 8,9%.

Ini seakan mempertegas kondisi saham Tesla yang memang sedang cenderung menurun. Dalam lima hari terakhir saja, sahamnya sudah anjlok sekitar 16%, sebagaimana detikINET kutip dari Tech Crunch, Minggu (18/8/2018).

Pada 13 Agustus lalu, nilainya masih berada di kisaran USD 360. Kini, harga sahamnya sudah setara dengan USD 305. Hal tersebut membuat Tesla telah kehilangan hampir USD 8 miliar, atau sekitar Rp 116 triliun pada valuasinya.

Padahal, pada 7 Agustus lalu, Elon sempat membuat saham Tesla meroket pasca mengunggah sebuah kicauan. Dalam cuitannya melalui akun Twitter miliknya itu, ia mengatakan untuk membuat Tesla menjadi perusahaan privat dengan saham berada di angka USD 420.

Nilai saham Tesla pun sempat meningkat dari USD 341 menjadi USD 379. Sayangnya, setelahnya saham perusahaan berusia 15 tahun tersebut terus menurun sampai saat ini.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar