in

Harus Gercep, Nasi Bungkus Seribuan Ludes Terjual dalam Setengah Jam

Nasi Lezat Syariah buatan Chef Haryo Pramoe yang dijual dengan harga Rp 1.000 di Surabaya nyatanya laris manis diburu warga.

Bahkan nasi bungkus tersebut bisa ludes hanya dalam kurun setengah jam setelah warung dibuka. Haryo sendiri biasanya hanya menyediakan 50 hingga 100 nasi bungkus perhari.

“Kita sebenarnya buka pukul 07.00 hingga 09.00. Tapi karena banyak yang beli, setengah jam saja sudah habis. Tadi kan lihat sendiri,” ujar Chef Haryo ditemui usai menjual nasi bungkus di depan Bakmi MG Express Jalan Tenggilis Surabaya, Kamis (12/7/2018).

NYIMAK YANG INI JUGA :  Lapak-lapak Dagang di Kelapa Gading Terbakar

Dari pantauan detikcom, sebelum pukul 07.00 WIB, calon pembeli sudah mulai memadati warung Haryo. Kebanyakan pembeli merupakan masyarakat sekitar yang hendak bekerja atau kebetulan sedang lewat.

Menariknya, Haryo mewajibkan pembeli untuk makan di temapat alias tidak dibawa pulang, terlebih jika yang bersangkutan membeli dalam jumlah banyak.

Ditanya apa alasannya, Haryo mengaku niatnya berjualan nasi bungkus seharga Rp 1.000 sebenarnya adalah untuk mengakomodasi kaum dhuafa dan fakir miskin.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Pejabat CIA: China dan AS Sedang Terlibat Perang Dingin

Tetapi pada kenyataannya, ada saja pembeli yang ingin memborong sehingga berakibat orang lain yang jauh lebih membutuhkan justru tidak kebagian.

“Jadi begini, ini memang target kita untuk dhuafa dan fakir miskin. Jadi sifat orang kan macam-macam, ada yang beli satu dibawa pulang, ada juga yang borong untuk dipakai shodaqoh lagi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Haryo pun mewajibkan pembeli untuk makan langsung di tempat.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Densus 88 Juga Geledah Rumah Makan Milik Ismail di Sleman

Animo masyarakat yang tinggi juga membuat Haryo terkesan mengingat warung nasi bungkusnya ini sendiri sebenarnya baru buka sepekan lalu.

Kendati demikian, Haryo tak mau tinggi hati. Di sisi lain, ia berpesan agar setiap orang sebaiknya menikmati makan secukupnya saja.

“Ya mungkin karena animo masyarakat. Ya silakan saja menikmati secukupnya jangan berlebihan,” pesannya.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Komentar

komentar