in ,

Inilah Bukti Beli Rumah Mahal Belum Tentu Bebas Masalah!

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat pengaduan yang masuk ke tempatnya didominasi transaksi pembelian hunian. Bahkan persoalan juga menyangkut rumah mewah seharga Rp 102 miliar.

Menurut Wakil Ketua BPKN Rolas Sitinjak persoalan transaksi rumah yang diadukan mulai dari harga hunian sebesar Rp 250 juta hingga Rp 120 miliar. Ia pun menilai keluhan tidak hanya terjadi pada hunian murah tetapi juga hunian mahal.

“Rumah paling murah itu di dalam aduan Rp 250 juta dan fantastik itu paling mahal Rp 120 miliar,” jelasnya di gedung BPKN, Jakarta, Senin (30/7/2018).

NYIMAK YANG INI JUGA :  Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya Saat Upacara

Lebih lanjut, ia memaparkan persoalan pada rumah Rp 120 miliar berkaitan dengan sertifikat yang tidak tidak jelas. Padahal, rumah tersebut telah melewati masa transaksi hingga penggunaan.

“Jadi rumah itu sudah selesai dibangun mewah sekali bahkan sering dipakai sinetron tapi sayang sertifikatnya nggak jelas,” papar dia.

Ia juga menyayangkan pengembang dari rumah mewah tersebut. Sebab ia menilai rumah tersebut dibangun oleh pengembang yang telah memiliki nama.

NYIMAK YANG INI JUGA :  17 Dentuman Meriam Awali Peringatan Proklamasi di Istana Merdeka

“Padahal pengembang papan atas karena perusahaan sudah IPO, kan tbk. Ini yang sedang kita tangani,” sambungnya.

Ia melanjutkan, penanganan tersebut berupa pengaturan dalam pembuatan rekomendasi yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Biasanya, penanganan membutuhkan waktu hingga 6 bulan lamannya.

“Aturan kita, penanganan persoalan itu 3-6 bulan itu sudah kesimpulan dan saran harus buat rekomendasi baik kepada pelapor dan kementerian terkait yang mengatur regulasi,” imbuh dia.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nekat Curi Handphone, Driver Ojek Online Ditangkap di Makassar

Selain itu, ia menilai jumlah laporan sebanyak 207 aduan terkait transaksi rumah dari total 241 bernilai kerugian hingga Rp 1 triliun.

“Jadi ada rumah Rp 120 miliar itu nggak jelas, jadi kalau 207 aduan itu (kerugian) ini kira-kira kurang lebih Rp 1 triliun,” tutupnya.

Keterangan Gambar Utama: Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Sumber Artikel: detikfinance

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar