in

Inilah Dua Mobil Listrik Baru dari ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya baru saja memperkenalkan mobil listrik barunya. Dua mobil tersebut yakni BLITS dan Hybrid Series Kasuari. Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarto menceritakan beberapa unggulan dari mobil listrik yang dikerjakan timnya. Apa saja?

“Kita ini dari nol, mulai desain yang sudah kita kerjakan bareng-bareng, ada yang menggambar. Jadi semuanya kita buat sendiri,” ujar Nur usai peluncuran di kampus setempat, Senin (30/7/2018).

Namun selain mobil listrik, Nur dan timnya juga menciptakan mobil hybrid yang diberinya nama Kasuari. Menariknya selain berbahan bakar listrik, mobil ini juga memiliki bahan bakar minyak kelapa. Nur mengatakan minyak yang digunakan bisa dari minyak bekas penggorangan hingga minyak yang baru.

“Sebenarnya platformnya sama listrik tapi satunya bawa genset dan satunya tidak bawa genset. Nah, minyak sawit kita itu juga menjadi masalah karena tidak bisa diekspor ke luar negeri. Karena pajaknya tinggi dan seterusnya, sementara BBM kita harus impor, tapi minyak sawit itu renewable,” katanya.

Tak hanya itu, untuk minyak kelapa bekas penggorengan, Nur mengaku tidak perlu proses yang rumit untuk menggunakannya. Karena hanya perlu disaring saja.

“Kita ingin lihat disini visible atau tidak. Kita nanti minyak goreng saya rasa orang Indonesia banyak yang suka goreng jadi bekas-bekasnya atau baru bisa kita coba. Kalau untuk yang bekas Nggak ada pengolahan tersendiri ya nanti cuma kita filter aja,” tambah Nur.

Ditanya apakah nanti mobil listrik ini akan dikomersilkan untuk diproduksi secara massal, Nur mengaku masih belum tahu. Karena mobilnya ini dibuat untuk mengikuti ajang internasional, yakni Rally Dakar 2019.

“Karena ini semua buatan kita sendiri dan riset kita semua makanya kita mengintegrasikannya ini yang sulit. Sebenarnya Kalau kami dari sisi ITS tugas kami adalah melakukan penelitian. Cuma kalau ada pihak yang tertarik ya mereka bisa lah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, mobil listrik ini dikerjakan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa ITS. Nur mengatakan ada 50 orang yang tergabung dari mahasiswa D3 hingga S3, namun ada pula bantuan dari mahasiswa Budi Luhur.

Sementara itu, mobil ini bisa mengisi daya selama 10 jam. Yang mana dari pengisian penuh, mobil ini bisa berjalan hingga 500 kilometer.

“Ini sekitar 500km satu kali charge. Biasanya butuh 10 jam untuk penuh,” imbuhnya.

Dari pembuatan mobil ini, Nur ingin membebaskan Indonesia dari ketergantungan BBM. Karena listrik merupakan suatu energi yang bisa diperbarui dan ada dimana-mana.

“Jadi cita-citanya kita ingin membebaskan Indonesia dari BBM, dari engineering kita ingin membuat itu. Kalau Indonesia bosa bebas dari BBM, otomatis taraf hidup kita akan meningkat,” ujar Nur.

Sedangkan untuk dana penelitian ini, Nur mengatakan menghabiskan dana sekitar Rp 2 Miliar. Namun dana tersebut mendapat sokongan dari beberapa instansi.

“Untuk dana, jadi kita kolaborasi untuk mobil ini sendiri mungkin kita habis sekitar 2 miliar, untuk perjalanannya akan habis sekitar 2 miliar juga,” ungkapnya.

Selain itu, Nur mengatakan akan mengujicoba mobil ini dengan berkeliling ke 32 provinsi di Indonesia. Untuk perjalanan nanti, Nur mengaku akan mengawal 10 orang perwakilan dari ITS dengan menggunakan motor listrik.

“Ada perjalanan 15.000 km, saya akan naik motor ikut juga,” katanya.

Keterangan Gambar Utama: Mobil listrik ITS Foto: dok. ITS
Sumber Artikel: detikoto

Bagikan

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar