in

Korban Tewas Banjir Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 179 Orang

Korban tewas akibat banjir dahsyat di Jepang bertambah menjadi 179 orang. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut hingga kini.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (11/7/2018), juru bicara pemerintah Jepang mengatakan bahwa sekitar 67 orang masih hilang akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan lebat, yang mengguyur Jepang bagian sejak pekan lalu. Sedangkan korban tewas saat ini mencapai 179 orang.

Kota Kurashiki di Prefektur Okayama menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Nyaris seluruh distrik di kota tersebut digenangi banjir sehingga warga terpaksa mengungsi ke atap rumah sembari menunggu diselamatkan.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Polisi di Israel Menutup Seluruh Gerbang Masjid Al-Aqsa

Petugas penyelamat mendatangi setiap rumah untuk mencari korban selamat. “Kami menyebutnya operasi grid, di mana kami memeriksa setiap rumah untuk melihat apakah ada orang yang terjebak di dalam,” ucap seorang pejabat prefektur Okayama kepada AFP.

“Kami tahu ini berpacu dengan waktu, kami berusaha sekeras mungkin,” imbuh pejabat yang enggan disebut namanya itu.

Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, menyatakan sekitar 75 ribu personel kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan tentara dikerahkan dalam upaya penyelamatan.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya Saat Upacara

Ribuan orang saat ini masih ada di kamp pengungsian. Otoritas setempat menawarkan air minum dan kamar mandi bagi warga yang tidak memiliki akses ke air bersih. Usai banjir surut, cuaca panas ekstrem menjadi ancaman baru.

Aliran listrik untuk 3.500 rumah telah dipulihkan, namun akses air untuk lebih dari 200 ribu orang belum pulih. Situasi akan menyulitkan warga yang tidak memiliki akses ke air bersih saat dengan suhu udara diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Novel Baswedan Menagih Pengungkapan Teror

“Suhu udara akan mencapai di atas 35 Celsius di sejumlah area… Harap berhati-hati akan gelombang panas jika Anda melakukan aktivitas outdoordan mohon tetap waspada terhadap tanah longsor,” imbuh Suga.

Pada Senin (9/7) pekan ini, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membatalkan kunjungan ke luar negeri demi fokus menangani bencana banjir dan longsor ini. Dijadwalkan PM Abe akan mengunjungi Okayama pada Rabu (11/7) ini.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...