in

Kronologi Lengkap Pembunuhan Ferin yang Mayatnya Dibakar di Blora

Polres Blora menggelar jumpa pers kasus pembunuhan Ferin Diah Anjani. Terungkap kronologi kasus ini berawal dari perkenalan keduanya melalui media sosial.

Pelaku atas nama Kristiyawan Ari Wibowo (31) kelahiran Kecamatan Kunduran, Blora yang bekerja di salah satu hotel di Semarang. Berikut kronologi lengkap kasus tersebut.

Minggu, 29 Juli 2018

Pelaku mendapatkan akun instagram korban yang bernama @ferinanjani. Dari sanalah, pelaku menghubungi korban melalui direct massage (dm) Instagram dengan maksud berkenalan. Obrolan berlanjut ke pesan Whatsapp.

Selama tiga hari, pelaku melakukan komunikasi secara intens dengan korban. Rayuan-rayuan dilancarkan pelaku kepada Ferin.

“Kemudian saya minta nomor WA dan dikasih. Awalnya di WA saya ajak fantasi,” cerita Kristiyan Ari dalam jumpa pers di Mapolres Blora, Rabu (8/8).

Selasa, 31 Juli 2018 pukul 18.30 WIB

Kapolres Blora AKBP Saptono menambahkan, selama komunikasi melalui media sosial, antara pelaku dengan korban sepakat untuk bertemu di salah satu kamar hotel di kawasan Semarang. Keduanya membuat kesepakatan untuk berhubungan badan dengan fantasi yang diminta Ari.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Tinjau Lombok, TGB Bonceng Jokowi Naik Kawasaki KLX

Korban berangkat menaiki taksi online, yang dipesankan oleh sahabatnya. Sedangkan pelaku datang ke hotel menaiki sepeda motor Yamaha Mio warna merah bernomor polisi H 4554 BA.

Di sanalah pelaku mulai menganiaya Ferin. Ferin dibuat tidak sadar dengan cara dibekap menggunakan tangan karena sempat berontak dan teriak.

“Kita introgasi pelaku, terkait apa yang dilakukan di dalam kamar, hasil pemeriksaan bahwa pelaku sudah melakukan hubungan sekali, yang kedua pelaku berpura -pura bahwa menyatakan ingin melakukan fantasi. Dia sudah menyiapkan lakban, perempuan pertama dilakban tangannya, korban tidak berontak dan menurut. Setelah itu ketika kaki yang di lakban, korban teriak,” jelas Saptono.

Perhiasan milik korban seperti liontin, cincin, gelang tangan dan kaki, dilucuti pelaku.

Pukul 21.00 WIB

Pelaku keluar dari kamar hotel sendirian, dan pergi menaiki sepeda motor yang ditumpanginya saat datang.

“Setelah itu kembali lagi naik mobil Honda Jazz,” papar Saptono.

Pelaku masuk ke kamar hotel dan membalut tubuh korban menggunakan selimut hotel agar tidak ketahuan. Korban diseret dari kamar yang berada di lantai 2 menuju garasi mobil yang posisinya tepat dibawah kamar yang disewa.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Mantap !, Usai Korea Selatan, bir Bintang rambah pasar Amerika Serikat

Pelaku kemudian memasukkan korban yang sudah dalam kondisi tak sadarkan diri ke dalam bagasi mobil.

Pukul 23.00 WIB

Selanjutnya pergi meninggalkan hotel menuju Blora sekitar pukul 23.00 WIB. Di tengah perjalanan, pelaku mampir membeli bensin eceran di pinggir jalan sebanyak 1 liter yang disimpan dalam botol mineral.

Mobil Honda Jazz itu sendiri diketahui merupakan mobil yang dirental pelaku terhadap temannya seharga Rp 300 ribu.

Rabu, 1 Agustus 2018 pukul 02.00 WIB

Pelaku tiba di kawasan hutan jati Desa Sendangwates Kecamatan Kunduran, Blora. Di sanalah, korban diturunkan dari bagasi mobil.

“Pada saat itu korban diturunkan dari kendaraan, ditaruh di situ, langsung disiram pakai bensin. Sebelumnya dia beli bensin 1 liter. Dia siramkan semua pada tubuh korban, kemudian dibakar,” terangnya.

Pelaku sempat menunggui korban yang dalam kondisi terbakar. Ketika api padam, pelaku kembali menyiramnya bensin dan kembali membakarnya. Usai dirasa cukup, pelaku meninggalkan korban dan kembali ke Semarang.

NYIMAK YANG INI JUGA :  IPNU Jabar Larang Ustaz Evie Effendi Ceramah

Pukul 07.00 WIB

Mayat korban ditemukan oleh warga Desa setempat dalam kondisi hangus terbakar. Saat ditemukan, tidak ada identitas yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan jasad korban.

Tim Satreskrim Polres Blora langsung mengevakuasi mayat korban. Dari TKP, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa anting-anting milik korban, celana dalam diduga milik pelaku, dan sandal hotel.

Di hari yang sama pula, pelaku langsung menggadaikan perhiasan milik korban yang berhasil dilucuti. Perhiasan digadaikan di Pegadaian Semarang, dan pelaku menerima imbalan uang senilai Rp 4 juta.

“Jadi pelaku ini membunuh korban karena motif ekonomi, tapi karena dia tas dan HP-nya takut dan khawatir terdeteksi kalau dijual, dia (pelaku) tas dan hpnya (milik korban) dibuang. Perhiasannya dia tanggal 1 Agustus digadaikan di pegadaian di Semarang,” pungkas Saptono.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar