in

Kuasa Hukum Keberatan, Kakek Pembunuh 1 Keluarga di Tangerang Dijerat Pasal 340

Mochtar Effendi (60), kakek pelaku pembunuhan satu keluarga di Tangerang, Banten dituntut 20 tahun penjara. Namun, pihak kuasa hukum, Bahtiar mengklaim bahwa tidak ada unsur perencanaan dalam perbuatan yang dilakukan kliennya.

“Kami sangat tidak sepakat dengan tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum), bahwa JPU memasukkan ini ke ranah perencanaan. Dari pemeriksaan kepolisian sampai rekonstruksi, itu sudah jelas bahwa apa yang dilakukan Effendi bukanlah suatu perbuatan direncanakan seperti pada Pasal 340,” ujar tim kuasa Bahtiar di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (9/7/2018).

NYIMAK YANG INI JUGA :  Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya Saat Upacara

Bahtiar menjelaskan, bahwa Effendi melakukan tindakannya tanpa disengaja akibat tersulut api amarah. Akibatnya, lanjut Bahtiar, secara gelap mata kliennya tersebut tak sengaja membantai seluruh anggota keluarganya.

“Kami tetap bersekutu bahwa itu masuk Pasal 338, di mana ancaman hukumannya maksimal 15 tahun. Tuntutan JPU masuk 20 tahun berarti itu masuk Pasal 340 berencana,” tegasnya.

Menurut Bahtiar, kejadian tersebut bukanlah kesengajaaan, pasalnya pisau yang digunakan Effendi untuk membunuh kedua anaknya dan istrinya, Ema, memang berada tak jauh dari lokasi saat perseteruan tersebut berlangsung.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Tabung Gas Meledak di Tamansari Jakbar, Satu Orang Terluka

Sidang kali ini berlangsung di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, dengan agenda pembacaan pleidoi. Pada sidang sebelumnya, Senin 2 Juli 2018, Effendi dituntut 20 tahun penjara berdasarkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Untuk diketahui, Effendi merupakan suami dari Ema (40) yang ditemukan tewas dalam posisi berpelukan bersama kedua anaknya, Nova (23) dan Tiara (12) pada Senin 12 Februari 2018 sekira pukul 15.00 WIB.

NYIMAK YANG INI JUGA :  17 Dentuman Meriam Awali Peringatan Proklamasi di Istana Merdeka

Ema ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian kepala dan wajahnya. Sementara Habib ditemukan sekarat dengan sejumlah luka tusuk di leher dan perut dalam posisi terlentang.Tubuh Effendi yang terkapar lemas ditemukan di kamar yang berbeda dengan lokasi penemuan jasad sang istri dan kedua anaknya. Pembunuhan tersebut dilakukan Effendi akibat perkara kredit mobil.

 

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...