in

Menikah Itu Gak Perlu Cepat-cepat!

Disusul dengan pertanyaan “kapan nikah?” yang kadang terasa menjengkelkan, meski hal itu memang menjadi kebutuhan, dan juga ibadah, tapi bukan berarti kita harus membuat sebuah keputusan hanya karena desakan.

Karena biar bagaimana pun sebuah pernikahan tak melulu berisi kebahagiaan, untuk itu tak perlu buru-buru jika memang belum siap. Bukankah kita berhak atas segala sesuatu untuk hidup kita, termasuk soal keputusan menikah.

1. Menikah bukan langkah tepat untuk mencari jati diri

Banyak yang menganggap bahwa menikah dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik, karena pasangan kita akan membimbing kita. Inilah kesalahan yang umum terjadi pada persepsi orang-orang terkait pernikahan. Menikah itu bukan ajang mencari jati diri. Kesalahan persepsi ini, menurut psikolog, justru dapat berimbas buruk bagi pernikahan dan bisa memicu perceraian! Mengapa? Karena dari pola pikir seperti itu, seseorang akan cenderung untuk berekspektasi lebih dari pasangannya, dan apabila ternyata si pasangan tidak dapat mewujudkan harapan tersebut, maka timbullah konflik.

2. Karena young, free, and single cuma bisa dinikmati sekali seumur hidup.

Kalau kata anak-anak kekinian “you only live once”, alias YOLO. Tapi ada benernya juga sih, kamu gak mungkin bakal tumbuh lebih muda lagi. Masa-masa muda adalah masa ketika energimu tiada habisnya, pikiranmu penuh dengan rasa keingintahuan untuk mengeksplor hal-hal baru. Kamu saat ini diberi kenikmatan fisik yang prima, tampang muda menawan tanpa keriput, dan yang terpenting, kamu memegang andil sepenuhnya atas hidup kamu. Soseize the moment!

Pada akhirnya, hidup ini hanya kamu sendiri yang menjalani. Semua keputusan yang ada di depan matamu juga cuma kamu saja yang bisa menentukan. Begitu juga dengan urusan menikah. Mau menikah sekarang atau nanti, yang penting pastikan kamu menjalaninya sesuai keinginanmu.

3. Sendiri Memang Terasa Sepi, Tapi Jangan Jadikan Hal Itu Alasan Untuk Buru-Buru Menikah

Bayangan bahwa setelah menikah kita sudah tak akan lagi merasa sepi sendiri dan bahagia adalah pandangan yang salah. Menikah karena alasan tersebut tak akan membuat kita lepas dari bayang-bayang desakan yang dulu kita terima.

Semua hal tetap berjalan meski sudah menikah termasuk hidup yang kita jalani. Jika kemarin kita memutuskan menikah dengan alasan tak ingin merasa sepi, dengan menikah bukan berarti kita kan selalu bahagia. Karena sesungguhnya setelah menikah bukan berarti kamu tak akan merasakan sepi lagi

4. Karena Menikah Yang Sebenarnya Tidak Wajib Untuk Dilakukan, Menikah Atau Tidak Hidup Kita Kan Tetap Berjalan

Sesungguhnya hidup yang kita jalani adalah tentang bagaimana kita, bukan tentang apa kata orang lain. Karena dengan atau tidak menikah sekalipun toh hidup kita akan tetap berjalan, namun bukan berarti kita tak lagi mengagungkan pernikahan.

Karena akan sangat jauh lebih tidak baik lagi jika pernikahan dilakukan hanya jadi sebuah ajang pembuktian saja, dengan tujuan untuk mematahkan cibiran-cibiran pedas dari orang-orang yang selalu berkomentar. Kenapa harus memperdulikan mereka yang berkomentar? Kita bisa tetap menjalani hidup kita seperti biasanya. Mendengarkan semua kata orang hanya akan membuat kita gegabah dalam menentukan pilihan.

5. Karena Pada Akhirnya Menikah Adalah Tentang Kesiapan, Bukan Malah Jadi Ajang Pembebasan

Dan pertanyaan terakhir yang paling penting ketika ingin memutuskan untuk menikah adalah tentang bagaimana kesiapan kita untuk hal ini. Sudah siapkah diri untuk semua konsekuensi dan tantangan yang kelak akan dijalani? Jika memang sekiranya semuanya masih belum siap cepat-cepat urungkan niat itu.

Menikah tak berarti menyelesaikan semua masalah, justru ini adalah babak baru untuk masalah-masalah baru yang juga kan mewarnai. Hal itu akan menjadi momen sakral yang akan membuktikan sebuah kesiapan dan kedewasaan diri serta kebijakan bersikap yang akan sangat terasa baik dan indah jika dilakukan dengan senang hati tanpa ada paksaan dan desakan dari pihak mana pun.

Bagikan
Loading...