in

Pasangan Gay di Aceh Dicambuk 172 Kali

Satu pasangan gay di Banda Aceh, Nyakrab-M Rustam dicambuk masing-masing sebanyak 86 kali di depan umum. Kedua terpidana ini dieksekusi oleh tiga algojo.

Eksekusi cambuk digelar di Halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (13/7/2018). Para terpidana ini dicambuk di depan ratusan masyarakat. Mereka dibawa ke atas sebuah panggung untuk menghadap algojo.

Dalam kasus ini, keduanya divonis bersalah oleh Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh dan dijatuhi hukuman masing-masing sebanyak 90 kali cambuk. Namun setelah menjalani kurungan empat bulan penjara, cambuk yang diterima mereka masing-masing sebanyak 86 kali.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Ini Pengumuman Utul UGM 2018, Cari Namamu di Sini!

Terpidana Nyakrab saat dicambuk terlihat tak kuasa menahan sakit. Eksekusi terhadapnya harus beberapa kali dihentikan. Petugas kemudian memberikan air mineral dan kemudian sabetan dilanjutkan. Teriakan dari penonton beberapa kali terdengar saat rotan mendarat di punggung Nyakrab.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Menhub Minta Driver Ojol Tak Demo

Sementara Rustam juga harus beberapa kali petugas memberinya air mineral. Rustam sempat terduduk beberapa saat sebelum akhirnya cambuk dilanjutkan. Kedua terpidana gay ini menjalani cambukan hingga hitungan terakhir.

“Pasangan gay ini ditangkap beberapa bulan lalu di Simpang Dodik Banda Aceh. Mereka ditangkap warga kemudian diserahkan ke polisi syariah,” kata Kasat Pol PP dan WH Banda Aceh Muhammad Hidayat kepada wartawan.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Lapak-lapak Dagang di Kelapa Gading Terbakar

Ini merupakan cambukan kedua terhadap pasangan gay. Tahun lalu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengeksekusi pasangan gay di masjid Lamgugop Banda Aceh.

Selain pasangan gay, hari ini juga ada 13 pelanggar lain yang dicambuk yaitu terkait kasus miras, dan ikhtliat (bercumbu). Mereka dicambuk bervariasi mulai 13 hingga 27 kali.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Komentar

komentar