in

Pelindung Perempuan dan Anak Minta Nikah Remaja Sulsel Ditunda

Jelang pernikahan dua pelajar SMP di Bantaeng Sulawesi Selatan, Pelayanan Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Sulsel berharap keluarga menunda rencana tersebut.

Menurut Kepala P2TP2A Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak Sulsel, Meisy Papayungan, meski telah mendapat izin dari pengadilan agama untuk menggelar pernikahan pada hari Senin besok, timnya menyarankan Kementrian Agama Sulsel untuk membatalkan dispensasi tersebut.

NYIMAK YANG INI JUGA :  2019 Politik Makin Panas, Banyak Godaan dan Ujian

 

“Kami sarankan Kementrian Agama tidak memberikan dispensasi, karena keputusan mereka masih labil. Secara psikologis mereka belum cukup dewasa, kesehatan usia ini masih sangat rentan untuk menjadi pasangan suami-istri,” kata Meisy saat ditemui detikcom, pada Minggu (15/4/2018) malam.

“Perempuan akan hamil, melahirkan, dan mempunyai anak dalam usia anak, bahkan perceraian dini karena ketidaksiapan mental mereka,” lanjut Meisy.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Salam Metal Jadi Kode Suap?

Untuk itu, selain intens menjalin kordinasi dengan Kementrian Agama, tim P2TP2A Sulsel juga telah bertemu dengan kedua belah pihak keluarga pelajar SMP yang akan menikah tersebut.

Mereka meminta, pernikahan dini ini agar ditunda sampai usia calon pengantin dinyatakan sudah siap mental, untuk membina bahtera rumah tangga.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Video Hoax Rusuh di MK Berujung Penahanan

“Kami sudah intens di Bantaeng mencegah dan menunda beberapa tahun pernikahan itu, dan mengedukasi keluarganya, kalau mau menikah karena takut tidur sendiri itu peranan keluarga, bukan menikah untuk ditemani pacarnya tidur,” kata Meisy.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar