in

Satpol PP Akan Dilibatkan untuk Razia Handphone Siswa di Mataram

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, diminta melakukan razia handphone siswa untuk mengantisipasi disimpannya berbagai situs pornografi.

“Kami berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bisa masuk ke sekolah-sekolah yang berpotensi memiliki situs-situs pornografi dalam aplikasi handphone (HP) mereka,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang seperti dilansir Antara, Minggu (25/3).

Menurutnya, razia handphone kepada kalangan pelajar itu tidak melanggar hak asasi karena upaya tersebut dimaksudkan untuk melindungi generasi penerus bangsa dari berbagai pengaruh negatif.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Jadwal Piala Dunia 2018 Hari Ini: Rusia vs Mesir, Polandia vs Senegal

Selain itu, razia HP menjadi bagian dalam upaya mencegah terjadinya perkawinan anak yang perlu diperhatikan dan ini menjadi salah satu penilaian mewujudkan Mataram sebagai kota layak anak (KLA) 2018.

“Untuk itu, Satpol PP sekali waktu merazia handphone siswa dengan datang ke sekolah kemudian mengumpulkan handphone siswa dan cek satu persatu, kalau ada ditemukan menyimpan konten pornografi, segera dihapus dan dilakukan pembinaan terhadap siswa tersebut,” katanya.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Enam daerah di Aceh dihantam puting beliung

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, dalam hal melakukan razia handphone kepada pelajar selama ini diserahkan ke Dinas Pendidikan.

“Jika aparat dari Dinas Pendidikan dalam hal ini para guru dan kepala sekolah tidak mampu melakukannya, barulah kami bisa berperan membantu,” katanya.

Sementara, menurutnya, untuk melakukan razia handphone secara langsung ke sekolah-sekolah dengan menggunakan pakian dinas lengkap dinilai kurang baik, sebab hal itu bisa menimbulkan rasa takut terhadap siswa serta dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar.

NYIMAK YANG INI JUGA :  17 Korban Tenggelam di Danau Toba Ditemukan Selamat

Karenanya, selama masalah itu masih bisa ditangani oleh aparat dari kalangan dunia pendidikan, sebaiknya dilakukan oleh mereka sebab lebih tahu adanya potensi penyimpangan situs pornografi di kalangan pelajar masing-masing.

“Kita bukannya tidak taat perintah, tapi lebih melihat kepada kewenangan tugas dan dampak yang ditimbulkan jika aparat kami turun tangan,” ujarnya.

 

Sumber artikel: Kumparan
Keterangan gambar: Mobil Satpol PP membawa anak SD (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Bagikan

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Komentar

komentar