in

Tak Banyak yang Tahu, 7 Fakta Tukang Las Bawah Air, Dari Gaji Fantastis hingga Bertaruh Nyawa!

Banyak orang ingin mempunyai pekerjaan yang berpenghasilan tinggi.

Salah satu pekerjaan yang berpenghasilan tinggi dan jarang diketahui orang adalah tukang las bawah air.

Tahukah Anda bahwa banyak hal yang menarik mengenai pekerjaan ini?

Berikut 10 Hal menarik mengenai tukang las bawah air yang jarang diketahui orang.

1. Pengelasan bawah air dibayar tinggi 

Ya, tukang las bawah air memang dibayar tinggi dan dibayar per jam.

Tentu saja hal ini sebanding dengan banyak resiko yang bisa dia dapatkan.

Perlu untuk diketahui, dalam 1 jam kerja mereka bisa dibayar hingga 200 dolar AS (kisaran Rp2,7 juta).

Jika dalam sehari mereka bekerja 8 jam itu artinya mendapatkan penghasilan Rp 21 juta per hari.

Bila dikalikan 22 hari kerja dalam satu bulan saja, maka seorang ‘underwater welder’ dapat menghasilkan Rp 462 juta per bulan.

2. Pelatihan khusus diperlukan untuk menjadi tukang las bawah laut 

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nikita Mirzani Beli Mobil Miliaran? Ajang Pembuktian?

Untuk bekerja pada bidang ini, mereka tidak hanya dilatih dalam pengelasan tetapi juga dilatih ‘scuba diving’.

Ada beberapa akademi yang menawarkan kedua sertifikasi di atas, mereka dirancang khusus untuk pengelasan bawah laut.

Tidak semua perusahaan yang mempekerjakan tukang las bawah laut memiliki kualifikasi yang sama untuk pekerjaan berisiko tersebut.

Namun tentu saja perusahaan tidak akan memilih sembarang orang.

3. Pengelasan bawah air dapat membantu melindungi lingkungan 

Ada banyak saluran pipa yang melintasi berbagai kedalaman samudera dan membawa minyak di dalam saluran pipa.

Membuatnya selalu membutuhkan pemantauan dan perbaikan terus-menerus.

Bila ada kebocoran minyak tentu saja akan merusak alam bawah air, perusahaan juga bisa terkena imbasnya.

Pengelasan adalah cara untuk memperbaiki logam yang rusak atau melemah dan menjaga kebocoran pipa-pipa saluran minyak.

4. Alat yang diperlukan cukup berbahaya 

Pengelasan di bawah air menghadapkan pekerja pada bahaya listrik.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nikita Mirzani Beli Mobil Miliaran? Ajang Pembuktian?

Mereka biasanya menggunakan 300 hingga 400 ampere arus listrik untuk menyalakan alat pengelasan.

Bentuk paling umum dari pengelasan yang mereka gunakan di sana adalah Pengelasan Busur.

Alat ini memanaskan target dan membentuk gelembung dari dekonstruksi lapisan elektroda.

Mereka mentransfer tetes logam mirip dengan penggunaan lem tetapi pada skala yang lebih kuat.

5. Adanya risiko pengelasan bawah air 

Risiko utama mengambil pekerjaan di bidang pengelasan bawah air adalah aliran arus listrik.

Selain itu ada bahaya penyakit terkait dekompresi yang melibatkan jumlah tekanan dan gas yang akan dihirup saat menyelesaikan pekerjaan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bisa ada efek yang lebih parah yang melibatkan gangguan muskuloskeletal tubuh.

Gangguan muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

6. Ilmu di balik pengelasan bawah air 

NYIMAK YANG INI JUGA :  Nikita Mirzani Beli Mobil Miliaran? Ajang Pembuktian?

Untuk pengelasan di bawah air ada tiga kemungkinan yang bisa digunakan untuk memindahkan panas.

Tiga kemungkina tersebut adalah Katoda, Anoda, dan Plasma.

7. Gelembung adalah teman dan bisa juga Musuh 

Gelembung sangat penting ketika melakukan pengelasan bawah air.

Sebuah gelembung gas besar biasanya terbentuk di sekitar busur dan merupakan pelindung utama.

Mengandung tujuh puluh persen hidrogen, dua puluh lima persen karbon dioksida dan lima persen karbon monoksida.

Gelembung diciptakan oleh pembakaran fluks yang menciptakan reaksi kimia.

Meskipun gelembung yang dibuat membantu proses pengelasan, mereka kadang juga bisa menimbulkan masalah.

Lingkungan yang tidak stabil yang tak terkendali seringkali memuat gelembung terbang ke atas dan menghalangi pandangan.

Gelembung-gelembung ini juga dapat meningkatkan risiko misi yang gagal.

 

Sumber artikel: Tribun
Keterangan gambar: Tukang Las

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar