in

Wilayah Ganjil-Genap Terbukti Ampuh Memperbaiki Kualitas Udara di Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta menetapkan perluasan wilayah sistem ganjil-genap yang dimulai sejak 1 Juli sampai Asian Games 2018 selesai. Hal tersebut diklaim berdampak pada kualitas udara di Jakarta yang membaik, bahkan mendekati standar World Health Organization (WHO).

WHO sendiri menetapkan standar PM 2.5 harian (kualitas udara) 25 25µg/m3, dan saat ini Jakarta mendekati angka tersebut. Selama 4 hari terakhir kualitas udara di Jakarta mencapai angka 28 µg/m3.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Seorang Ibu di Jepang Mengurung Bayinya di Kamar Mandi Selama 20 Jam

“Tiga hari terakhir menunjukan sudah di posisi harian ya kan ada rata-rata tahunan ada harian, 3 hari terakhir sudah turun ke posisi, kemarin malah 25 µg/m3 hari kemarin, 3 hari sebelumnya di posisi 30 µg/m3, hari ini belum,” tutur Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK RI, Dasrul Chaniago, kepada wartawan, di ICE BSD, Selasa (7/8/2018).

NYIMAK YANG INI JUGA :  17 Dentuman Meriam Awali Peringatan Proklamasi di Istana Merdeka

Angka tersebut terbilang luar biasa mengingat banyaknya polusi udara dari kendaraan di Jakarta sangat tinggi. Artinya, aturan ganjil-genap tersebut sangat berpengaruh.

Bahkan kata Dasrul, tidak ada kota di dunia yang mampu menyamai standar kualitas udara dari WHO tersebut. Dan angka 28 µg/m3 ini masih bisa turun lagi.

“Bisa turun terus kan, standar WHO kota megapolitan di dunia nggak ada yang bisa terpenuhi itu, itu standar memang dibuat ketat,” katanya.

NYIMAK YANG INI JUGA :  Novel Baswedan Menagih Pengungkapan Teror

“Kalau standar kita kan di posisi 15 µg/m3 ya, tahunan, kalau harian kita 65 µg/m3, kalau harian who 25 µg/m3, jadi kalau kemarin sih sebenarnya kemarin tuh di 28 µg/m3 posisinya, harian WHO itu 25 µg/m3, yang 10 µg/m3 itu tahunannya,” tambah Dasrul.

.

 

Sumber: Detik

Bagikan
Loading...

Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Komentar

komentar