Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jenazah Bayi Ditemukan di RS Al Nasr Gaza Setelah Pasukan Israel Larang Evakuasi

screenshot 3691

Updatebanget.id – Sejumlah jenazah bayi prematur ditemukan di Rumah Sakit Al Nasr di Kota Gaza, Palestina, setelah pasukan Israel melarang evakuasi selama agresi beberapa waktu lalu. Bayi-bayi yang masih hidup pada saat itu ditinggalkan dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga-keluarga mereka disebut tidak berani mengambil jenazah bayi tersebut untuk proses pemakaman.

Berita ini pertama kali dilaporkan oleh media Arab Al Mashhad dan diunggah ke saluran YouTube pada Senin (27/11). Reporter Al Mashhad, Muhammad Ba’lushah, mencatat bahwa bayi-bayi prematur itu dilarang dievakuasi karena keluarga mereka diancam oleh tentara Israel.

“Sebuah laporan dari koresponden Al Mashhad di Jalur Gaza memperlihatkan pemandangan mengerikan di RS Al Nasr,” demikian deskripsi video tersebut.

“Jenazah anak-anak ini ditolak oleh tentara Israel untuk dievakuasi dan dimakamkan,” tambah media Arab tersebut.

Dalam video yang diliput oleh Al Mashhad, terlihat kondisi berantakan dan rusaknya RS Al Nasr setelah diserang oleh tentara Israel. Rumah sakit anak ini juga terlihat kosong setelah pasien, staf medis, dan pengungsi diperintahkan untuk meninggalkan fasilitas medis tersebut.

Namun, ketika kamera masuk ke dalam salah satu ruang perawatan, ditemukan beberapa bayi prematur yang sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur rumah sakit.

Satu tempat tidur setidaknya ditiduri oleh satu bayi, dan kamera menyorot setidaknya ada empat jenazah bayi yang sudah membusuk akibat ditelantarkan.

Rumah Sakit Anak Al Nasr merupakan salah satu rumah sakit yang menjadi target serangan militer Israel.

Al Nasr sempat beberapa kali diserang menggunakan bom oleh Israel sehingga berhenti beroperasi karena fasilitas rusak parah. ICU dan inkubator pun sempat tidak memiliki pasokan oksigen.

Akibat menjadi target tembakan Israel juga membuat RS Al Nasr listrik mati beberapa menit hingga membuat seorang pasien ICU tewas.

Pasien pun tidak bisa dipindahkan ke rumah sakit lain karena siapa pun yang masuk atau keluar rumah sakit menjadi sasaran Israel.

Setelah pengepungan dan penyerangan terhadap RS Al Nasr, fasilitas medis itu dikosongkan. Kini, orang-orang kembali ke rumah sakit tersebut di tengah gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan kelompok milisi Hamas.

Imbas agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, lebih dari 14.800 warga di Palestina meninggal dunia. Korban tewas itu didominasi perempuan dan anak-anak.

Share:

Arfi AS

Penulis berita bola, prediksi sepakbola paling akurat, percaya diri tulisan tentang dunia olahraganya adalah yang paling cepat dan akurat. Berita reportase juga merupakan keahlian dari Anak kelahiran KOta Soto Lamongan ini