Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kengerian Penahanan di Bui Israel: Remaja Palestina Bebas dengan Lengan Patah Akibat Disiksa

screenshot 3648

Updatebanget.id – Seorang remaja Palestina, Mohammed Nazza, yang baru saja dibebaskan setelah menjadi sandera Israel, mengungkapkan bahwa ia mengalami pemukulan oleh pasukan militer Negeri Zionis saat berada di penjara. Nazza, yang berasal dari Jenin, Tepi Barat, menyatakan bahwa lengan dan jarinya patah akibat pukulan dari penjaga penjara Israel pekan lalu. Ketika ditemui di Jenin, lengan Nazza terlihat dibalut dengan perban.

“Mereka [penjaga Israel] tak memberikan apa pun. Lengan saya patah, saya tak bisa menggerakkan jari,” ujar Nazza kepada Al Jazeera pada Selasa (28/11).

Selain itu, Nazza menjelaskan kondisi di penjara Negev, Israel, menyebutnya sebagai tempat yang “buruk” untuk para tahanan Palestina. Ia menggambarkan bahwa penjara tersebut dikenal karena memperlakukan tahanan Palestina secara tidak manusiawi.

“Orang-orang tua tergelincir di lantai, mereka diinjak. Saya masih muda, saya bisa menerimanya, tapi bagaimana dengan mereka?” tambah Nazza.

Ibu Nazza, yang mendengar cerita anaknya, menangis. Selama Nazza berada di penjara, ibunya tidak memiliki informasi apa pun tentang kondisi anak laki-lakinya.

“Tidak ada panggilan telepon, tidak ada kunjungan, tidak ada apa pun,” ungkap sang ibu.

Mohammed Nazza merupakan salah satu orang yang dibebaskan ketika militer Israel dan kelompok Hamas sepakat untuk gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat (24/11) lalu.

Gencatan senjata mulanya berlangsung pada 24 hingga 27 November. Kemudian jeda kemanusiaan ini diperpanjang hingga 29 November mendatang.

Saat gencatan senjata hingga hari ini, Israel membebaskan 150 tahanan Palestina, sementara Hamas melepaskan 50 sandera.

Di fase kedua gencatan senjata, Hamas rencananya akan membebaskan 20 sandera, sementara Israel 60 tahanan Palestina.

Kesepakatan gencatan senjata ini muncul usai nyaris dua bulan Israel menggempur Palestina. Selama agresi, mereka menyerang warga dan objek sipil.

Imbas agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, lebih dari 14.800 warga di Palestina tewas.

Selama gencatan senjata Israel juga masih menyerang Gaza dan Tepi Barat. Padahal, di dalam kesepakatan, terdapat poin jeda pertempuran selama gencatan senjata berlangsung.

Share:

Arfi AS

Penulis berita bola, prediksi sepakbola paling akurat, percaya diri tulisan tentang dunia olahraganya adalah yang paling cepat dan akurat. Berita reportase juga merupakan keahlian dari Anak kelahiran KOta Soto Lamongan ini