Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Menteri Keamanan Nasional Israel Ancam Pecah Belah Pemerintah Jika Agresi Gaza Dihentikan

screenshot 3693

Updatebanget.id – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengancam akan memecah belah pemerintah jika Tel Aviv tidak melanjutkan agresi di Jalur Gaza Palestina. Ancaman tersebut disampaikan setelah gencatan senjata di Jalur Gaza antara Israel dan milisi Hamas Palestina diperpanjang selama dua hari hingga Kamis (30/11).

Ben-Gvir menyatakan, “Menghentikan perang = menghancurkan pemerintah,” dalam pernyataannya pada Rabu (29/11). Partainya, Otzma Yehudit, memiliki enam kursi dalam koalisi pemerintah, dengan tiga menteri dalam kabinet beranggotakan 38 orang.

Meskipun ancaman pembelotan Ben-Gvir diprediksi tidak akan mempengaruhi kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, diasumsikan bahwa pemerintah tetap mendapat dukungan dari Partai Persatuan Nasional yang dipimpin oleh Benny Gantz.

Ben-Gvir adalah salah satu dari tiga menteri kabinet yang menentang gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza. Keputusan gencatan senjata dilakukan oleh Israel dengan dukungan dari Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir.

Sebagai menteri yang sangat anti-Palestina, Ben-Gvir terkenal kontroversial karena sering melontarkan komentar yang memicu kemarahan warga Palestina. Pernah menuai kecaman karena mengunjungi Masjid Al Aqsa di Yerusalem, ia juga berseteru dengan model internasional, Bella Hadid, menyebutnya sebagai pembenci Israel dan menggambarkannya sebagai sosok rasialis. Ben-Gvir pernah ditahan pada 2007 karena menghasut rasis kepada orang-orang Arab dan mendukung kelompok yang dianggap teroris oleh Israel dan Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina menuturkan bahwa terpilihnya Ben-Gvir menciptakan bencana pada konflik Palestina-Israel, dikutip dari Reuters.

Pada perang Hamas-Israel kali ini, Ben-Gvir juga membuat keputusan kontroversial dengan memaksakan agenda supremasi Yahudinya. Agenda ini melonggarkan pembatasan senjata bagi warga Israel sehingga mereka dapat dengan mudah dapat memiliki senjata api untuk ikut berperang.

Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu telah menewaskan lebih dari 15 ribu orang, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 perempuan.

Share:

Arfi AS

Penulis berita bola, prediksi sepakbola paling akurat, percaya diri tulisan tentang dunia olahraganya adalah yang paling cepat dan akurat. Berita reportase juga merupakan keahlian dari Anak kelahiran KOta Soto Lamongan ini