Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Akan Kunjungi Israel dan Tepi Barat di Tengah Gencatan Senjata

screenshot 3645

Updatebanget.id – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Israel dan Tepi Barat Palestina dalam pekan ini, menandai kunjungan pertamanya ke wilayah tersebut sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober lalu. Rencana kunjungan ini diungkapkan oleh seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, yang menjelaskan bahwa sebelumnya Blinken akan melakukan pertemuan di Brussel, Belgia, untuk pertemuan NATO.

Selama kunjungannya, Blinken diharapkan akan membahas sejumlah isu, termasuk pembebasan sandera dan perlindungan masyarakat Gaza di tengah agresi yang dilakukan oleh Israel.

Pejabat Departemen Luar Negeri menjelaskan, “Dalam pertemuan di Timur Tengah, Menlu akan menekankan pentingnya mempertahankan peningkatan aliran bantuan ke Gaza, menjamin pembebasan semua sandera, dan meningkatkan perlindungan terhadap warga sipil di Gaza.”

Selain itu, Blinken juga dijadwalkan akan membahas kemungkinan terkait pembentukan negara Palestina merdeka. “Menlu AS akan berdiskusi dengan mitra-mitra di kawasan mengenai prinsip-prinsip yang ia utarakan untuk masa depan Gaza dan perlunya pembentukan negara Palestina merdeka,” tambah pejabat tersebut seperti yang dilaporkan oleh AFP pada Senin (27/11).

Antony Blinken akan menghadiri pertemuan NATO di Brussel dan Skopje, Makedonia, selama dua hari, yaitu 28-29 November 2023. Setelah itu, ia baru akan bertandang ke Israel dan Tepi Barat, Palestina.

Blinken direncanakan untuk bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv dan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Ramallah.

Kunjungan Blinken ke dua wilayah itu datang setelah Qatar selaku mediator mengumumkan militer Israel dan kelompok Hamas sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua hari di Jalur Gaza.

Gencatan senjata tahap pertama selama empat hari sudah berakhir pada Senin (27/11) setelah dimulai sejak Jumat (24/11). Sedangkan, tahap kedua ini berlaku mulai hari ini, Selasa (28/11), hingga Kamis (30/11).

Israel telah membebaskan 33 warga Palestina yang menjadi tahanan di beberapa penjara pada Senin (27/11). Di sisi lain, Hamas membebaskan tambahan 11 sandera sebagai bagian dari kesepakatan perpanjangan gencatan senjata.

Hamas sejauh ini telah membebaskan 69 dari total sekitar 200 sandera. Sementara itu, Israel telah membebaskan sekitar 150 warga Palestina yang menjadi tahanan, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Ratusan tahanan Palestina ini telah dipenjara di Israel tetapi tidak pernah dikenakan dakwaan secara resmi.

Share:

Arfi AS

Penulis berita bola, prediksi sepakbola paling akurat, percaya diri tulisan tentang dunia olahraganya adalah yang paling cepat dan akurat. Berita reportase juga merupakan keahlian dari Anak kelahiran KOta Soto Lamongan ini