Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Qatar, Sebagai Mediator Gencatan Senjata di Gaza, Menjaga Hubungan dengan AS dan Hamas

screenshot 3696

Updatebanget.id – Qatar telah menjadi mediator antara Israel dan kelompok Hamas untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina. Namun, perlu dicatat bahwa Qatar memiliki hubungan persahabatan baik dengan Amerika Serikat maupun Hamas.

Qatar menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah, yaitu Pangkalan Udara Al Udeid di sebelah barat Doha. Pangkalan ini memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari 11.000 pasukan dan dilengkapi dengan jet tempur.

Sementara itu, pangkalan militer terbesar kedua Amerika Serikat di kawasan tersebut terletak di Bahrain, yang dikenal sebagai Aktivitas Dukungan Angkatan Laut Bahrain (NSA Bahrain). Pangkalan ini mampu menampung lebih dari 8.500 pasukan, pegawai departemen pertahanan, 78 komando penyewa, dan pasukan gabungan koalisi.

Selain menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, Qatar juga menjalin hubungan dengan kelompok Hamas. Qatar menjadi tempat berdirinya kantor politik Hamas di Doha sejak 2012. Pembukaan kantor ini dikabarkan melibatkan koordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat untuk membuka jalur komunikasi.

Seorang pejabat Qatar mengungkapkan bahwa kantor politik Hamas sering digunakan dalam upaya mediasi yang dikoordinasikan oleh berbagai pemerintahan AS untuk menstabilkan situasi di Gaza dan Israel.

Selama ini, kantor politik Hamas di Qatar juga digunakan oleh Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok tersebut, sebagai tempat tinggal dan mengasingkan diri.

Meski demikian, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani juga mengatakan kantor politik Hamas digunakan sebagai sarana berkomunikasi untuk menciptakan perdamaian di antara negaranya dengan Palestina.

Selain itu, pemerintah Qatar juga sudah bertahun-tahun memberikan bantuan keuangan yang disalurkan ke Jalur Gaza. Bantuan ini bisa mengalir setelah berkoordinasi dengan Israel, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Amerika Serikat.

Qatar menjadi mediator kesepakatan antara Israel dan kelompok Hamas untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza. Sejauh ini, gencatan senjata sudah memasuki tahap kedua.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed-Al-Ansari mengatakan kesepakatan telah dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata.

Gencatan senjata tahap kedua ini berlaku pada 28 dan 29 November, mengikuti tahap pertama yang berlangsung selama empat hari, tepatnya pada 24-27 November lalu.

Hamas sejauh ini telah membebaskan 69 dari total sekitar 200 sandera. Sementara itu, Israel telah membebaskan sekitar 150 warga Palestina yang menjadi tahanan, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Sejak agresi Israel ke Palestina pada 7 Oktober lalu dan berlangsung hingga 49 hari, jumlah warga Palestina yang tewas mencapai 14.800 orang. Akibat agresi ini, ratusan ribu orang juga telah mengungsi.

Share:

Arfi AS

Penulis berita bola, prediksi sepakbola paling akurat, percaya diri tulisan tentang dunia olahraganya adalah yang paling cepat dan akurat. Berita reportase juga merupakan keahlian dari Anak kelahiran KOta Soto Lamongan ini