Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Surat Terima Kasih dari Sandera Israel yang Dilepas, Menyoroti Hubungan Hangat dengan Hamas

screenshot 3647

Updatebanget.id – Sebuah surat ucapan terima kasih dari seorang warga Israel kepada kelompok Hamas telah menjadi viral di media sosial. Brigade Al Qassam, sayap bersenjata Hamas, merilis surat tersebut di Telegram pada Senin (27/11), yang diklaim ditulis oleh salah satu sandera yang dibebaskan oleh Hamas pada 24 November sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel pekan sebelumnya.

Surat tersebut, yang diklaim ditulis oleh Danielle Aloni, ibu dari Emilia Aloni yang berusia 5 tahun, mengekspresikan rasa terima kasih kepada Hamas karena merawat putrinya dengan sangat baik selama 49 hari penahanan di Gaza.

Dalam surat tersebut, Danielle menggunakan bahasa Ibrani yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Arab. Ia menyatakan bahwa putrinya, Emilia, merasa bahwa anggota-anggota Hamas terasa seperti temannya. Bahkan, Emilia tidak hanya merasa mereka adalah teman, melainkan juga merasa sangat dicintai dan diperlakukan dengan baik oleh Hamas seolah-olah mereka adalah orang tua yang peduli.

“Terima kasih atas banyak waktu yang Anda habiskan sebagai pengasuh [Emilia],” tulis Danielle dalam surat tersebut, mencerminkan hubungan yang hangat dan positif antara sandera Israel dan kelompok Hamas.

“Terima kasih telah bersabar padanya dan menghujaninya dengan permen, buah-buahan, dan segala sesuatu yang padahal tidak ada,” tulis dia.

“Anak-anak seharusnya tidak ditawan, tapi berkat Anda dan orang-orang baik lainnya yang kami temui di sepanjang jalan, putri saya merasa seperti seorang ratu di Gaza.”

Danielle menuliskan belum ada satu orang pun yang mereka temui dalam perjalanan panjang mereka “yang tidak memperlakukannya dengan kelembutan, kasih sayang, dan cinta.”

Semua orang mulai dari yang berpangkat rendah hingga pemimpin sekalipun berlaku sangat baik kepada dia dan Emilia.

“Saya selamanya akan menjadi tawanan paling bersyukur karena dia tidak pulang dengan membawa trauma psikologis sepanjang hidupnya,” bunyi surat itu.

Danielle kemudian mengakhiri suratnya dengan mengucapkan terima kasih lagi kepada Hamas. Ia berterima kasih atas rasa kemanusiaan yang diberikan kepadanya dan Emilia selama ditawan di Gaza.

“Saya akan mengingat perilaku baik Anda yang ditunjukkan terlepas dari situasi sulit yang Anda hadapi dan kerugian besar yang Anda derita di sini di Gaza.”

“Saya harap di dunia ini kita benar-benar bisa menjadi teman baik. Saya harap kalian semua sehat dan sejahtera. Kesehatan dan cinta untuk Anda dan keluarga Anda.” demikian isi surat tersebut.

Dilansir dari TRT World, Danielle dan Emilia termasuk di antara 24 warga Israel yang dibebaskan pada 24 November lalu.

Sebelum ditawan, keduanya tengah mengunjungi saudara perempuan Danielle dan keluarganya di Kibbutz Nir Oz di Israel selatan, lokasi serangan awal Hamas pada 7 Oktober lalu.

Hamas menyandera lebih dari 200 orang dari Israel saat itu. Serangan Hamas ini menjadi pemantik agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina hingga hari ini yang telah menewaskan lebih dari 14.800 warga sipil, termasuk 6.000 anak.

Sebanyak 200 lebih sandera itu terdiri dari warga Israel hingga warga negara asing seperti warga Amerika Serikat, Prancis, hingga Thailand.

Sekitar dua pekan setelah perang pecah, Hamas sempat membebaskan dua sandera. Saat itu, sejumlah cerita sandera yang mengaku diperlakukan sangat baik oleh kelompok Hamas pun sempat jadi sorotan publik.

Hamas, kelompok perlawanan di Gaza itu pun akhirnya sepakat membebaskan puluhan sandera lainnya secara bertahap setelah menyepakati gencatan senjata dengan Israel pada pekan lalu.

Share:

Arfi AS

Penulis berita bola, prediksi sepakbola paling akurat, percaya diri tulisan tentang dunia olahraganya adalah yang paling cepat dan akurat. Berita reportase juga merupakan keahlian dari Anak kelahiran KOta Soto Lamongan ini